SUMEDANG, CyberTipikor - Bendahara H. Sarif bersama Ketua DKM H. Misno buka suara usai sorotan publik soal transparansi anggaran.
Menyusul sorotan publik terkait pengelolaan dana operasional Masjid Al Kamil Jatigede, pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang beredar.
Bendahara Masjid Al Kamil Jatigede, H. Sarif, didampingi Ketua DKM H. Misno, menyampaikan bahwa dana operasional yang selama ini menjadi perhatian masyarakat telah digunakan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan kegiatan masjid.
Menurut H. Sarif, anggaran tersebut merupakan dana hibah yang dialokasikan untuk menunjang operasional masjid dalam kurun waktu satu tahun, meliputi kegiatan keagamaan serta kebutuhan pelayanan jamaah.
“Kami pastikan seluruh penggunaan dana mengacu pada kebutuhan operasional dan kegiatan masjid,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip tanggung jawab dan siap untuk dikonfirmasi melalui mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Kamil, H. Misno, menjelaskan bahwa sebelumnya bukan bermaksud menghindari konfirmasi, melainkan kondisi kesehatan yang kurang baik saat dihubungi oleh pihak media.
“Kami tetap terbuka, hanya saat itu kondisi kurang sehat sehingga diarahkan ke bendahara agar informasi yang disampaikan lebih lengkap,” jelasnya.
Pihak DKM juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik, khususnya dalam pengelolaan dana yang bersumber dari hibah pemerintah.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman terkait pengelolaan dana operasional Masjid Al Kamil Jatigede.
Media ini tetap membuka ruang konfirmasi lanjutan dari pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan transparansi informasi publik.
(Agus Susanto)

0 Komentar