Sumedang, CyberTipikor – Peringatan Hari Kartini kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda. Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPC Kabupaten Sumedang, M. A. Rahmat Setiawan, menyampaikan pesan kuat agar semangat Kartini tidak hanya berhenti sebagai slogan tahunan.
Dalam pernyataannya, Rahmat menegaskan bahwa semboyan legendaris dari Raden Ajeng Kartini, “Habis gelap terbitlah terang,” harus dimaknai lebih dalam oleh generasi saat ini, khususnya Generasi Z.
“Jangan sampai semangat Kartini hanya jadi kata-kata indah tanpa makna. Ini harus menjadi motivasi nyata, terutama bagi Kartini-Kartini muda di era Gen Z untuk berani tampil, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, perempuan masa kini memiliki peluang yang jauh lebih luas dibandingkan era Kartini dahulu. Dengan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, Generasi Z memiliki akses untuk berkembang di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, hingga kepemimpinan.
Rahmat juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam dunia digital dan jurnalistik. Ia mendorong agar perempuan muda tidak ragu untuk menyuarakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta aktif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.
“Perempuan Gen Z harus menjadi agen perubahan. Berani bersuara, cerdas dalam bertindak, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif,” tambahnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan perjuangan emansipasi dalam bentuk yang relevan dengan zaman.
Dengan semangat Kartini, diharapkan lahir perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan inspiratif yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih terang.
(Redaksi CyberTipikor)

0 Komentar