Arus Wisata Lebaran di Jawa Barat Meningkat 30 Persen, Polda Jabar Siapkan Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas


Bandung, -- (CT) Cyber Tipikor.info //
Kepolisian Daerah Jawa Barat melakukan evaluasi arus lalu lintas pasca hari pertama Idul Fitri 1447 H, dengan mencatat adanya peningkatan signifikan mobilitas masyarakat, khususnya menuju destinasi wisata di wilayah Jawa Barat.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, di bawah komando Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan mengatakan  bahwa  pengamanan dilakukan melalui lima kluster utama, yakni tempat ibadah, penyeberangan dan bandara, jalur tol, jalur arteri dan perkotaan (alperi), serta kawasan wisata.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa  hari pertama Lebaran, terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut bahkan meningkat pada hari kedua, seiring tingginya aktivitas silaturahmi dan pergerakan wisata masyarakat, termasuk para pemudik yang telah tiba di kampung halaman.

"Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan, di antaranya kawasan Puncak yang meliputi Taman Safari, Lembang, Ciwidey, hingga Pantai Pangandaran. Kepadatan di titik-titik tersebut telah diantisipasi melalui peningkatan pengamanan sejak awal libur Lebaran." ujarnya, Minggu (22/3/2026)

Dir Lantas Polda Jabar Kombes Pol. Raydian Kokrosono S.I.K., M.H mengungkapkan Untuk mengurai potensi kemacetan, Polda Jawa Barat menerapkan sejumlah strategi. Selain penempatan personel di titik-titik rawan (ploting statis), juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile. Penggunaan teknologi drone turut dioptimalkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mengidentifikasi penyebab kepadatan secara cepat dan akurat.

Selain itu, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau penundaan arus sebelum pemberlakuan sistem satu arah (one way). Strategi ini dinilai efektif, khususnya di kawasan Puncak, untuk mengatur volume kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga mengurangi kepadatan.

Menjelang arus balik, Polda Jawa Barat juga mengintensifkan penyebaran informasi melalui media sosial serta layanan hotline mudik. Hingga saat ini, layanan tersebut telah diakses oleh sekitar 11.000 pengguna. Melalui hotline, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lalu lintas, akses CCTV, lokasi pos pelayanan dan pos terpadu, serta berkomunikasi langsung dengan petugas jika membutuhkan bantuan. Sebanyak 332 pos pengamanan telah disiagakan selama Operasi Ketupat.

Di samping itu, layanan darurat Call Center 110 juga terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk memberikan kemudahan dalam pelaporan kondisi darurat di lapangan.

Polda Jawa Barat mengimbau kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta agar mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari memastikan kondisi kesehatan, kelayakan kendaraan seperti rem, lampu, ban, dan perlengkapan darurat seperti dongkrak. Selain itu, pemudik juga diminta memastikan kecukupan saldo tol, merencanakan rute perjalanan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.




(Suwardi Crb)

Posting Komentar

0 Komentar