Perbaikan Jalan Paseh–Sukatali Diduga Belum Maksimal, Ditemukan Retak Rambut hingga Pemadatan Pinggir Aspal Diduga Kurang


SUMEDANG | CYBER TIPIKOR
– Proyek rehabilitasi Jalan Paseh–Sukatali Segmen Desa Citepok, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, kembali menjadi sorotan setelah tim Media Cyber Tipikor melakukan pemantauan langsung di lapangan pada Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, pekerjaan hotmix yang dikerjakan Jumat (17/7/2026) terlihat masih dilakukan pekerjaan perbaikan pada keesokan harinya menggunakan material tambahan sekitar 4 ton.

Dari papan informasi proyek yang sempat terdokumentasi sebelumnya, pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak Rp234.450.000 dengan pelaksana CV. Prawira untuk pekerjaan Rehabilitasi Jalan Paseh–Sukatali Segmen Desa Citepok (PIK).

Tim mencatat panjang penanganan sekitar 260 meter dengan lebar sekitar 3 meter.

Temuan Investigasi di Lapangan

Saat melakukan pemantauan pada Sabtu (18/7/2026), tim menemukan beberapa kondisi yang layak menjadi perhatian, di antaranya:

  • Papan proyek sudah tidak lagi berada di lokasi pekerjaan meskipun masih dilakukan aktivitas perbaikan.
  • Tim pelaksana atau pihak perusahaan tidak terlihat berada di lokasi saat investigasi berlangsung.
  • Di beberapa titik sisi atau pinggiran hamparan hotmix tampak diduga belum padat secara merata.
  • Terlihat adanya retak-retak halus (retak rambut) pada permukaan di beberapa bagian jalan.
  • Perbaikan masih dilakukan sehari setelah penghamparan utama.

Seluruh temuan tersebut merupakan hasil pengamatan visual di lokasi dan masih memerlukan verifikasi teknis oleh pihak yang berwenang.

Keterangan Pengawas Dinas

Saat dikonfirmasi, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sehari sebelumnya.

"Ini pekerjaan dilaksanakan hari kemarin sebanyak 7 dump truck, muatan sekitar 8 ton-an, dan hari ini dilakukan perbaikan sekitar 4 ton," ujarnya kepada tim Cyber Tipikor.

Pernyataan tersebut menguatkan bahwa memang terdapat pekerjaan perbaikan setelah proses penghamparan awal.

Kepala Desa Beri Apresiasi

Sementara itu, Kepala Desa Citepok, Abdul Majid, menyampaikan apresiasi terhadap respons pelaksana proyek.

"Saya sangat bangga dan angkat jempol dengan pengusaha hotmix ini. Bahkan saya hampir 20 tahun menjabat, baru kali ini melihat ketika ada kekurangan langsung cepat diperbaiki, apalagi di tanjakan. Ini program DAK. Memang papan proyek sudah tidak ada di lokasi," ungkapnya.

Analisa Visual Cyber Tipikor

Berdasarkan dokumentasi foto yang diperoleh tim investigasi, terdapat sejumlah catatan yang dapat dijadikan dasar dugaan awal, antara lain:

  1. Pada beberapa sisi bahu jalan terlihat material hotmix di bagian tepi tidak serapi bagian tengah sehingga diduga membutuhkan pemadatan yang lebih maksimal.
  2. Tampak retak halus pada beberapa titik permukaan jalan yang perlu diuji lebih lanjut apakah merupakan retak permukaan biasa atau indikasi lain.
  3. Adanya pekerjaan penambahan material sehari setelah penghamparan menunjukkan adanya proses penyempurnaan pekerjaan di lapangan.
  4. Tidak ditemukannya papan proyek saat pekerjaan perbaikan masih berlangsung berpotensi mengurangi keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Perlu ditegaskan bahwa analisa visual ini bukan merupakan kesimpulan teknis, melainkan hasil pengamatan jurnalistik berdasarkan kondisi yang terlihat di lapangan. Penilaian mutu konstruksi secara pasti tetap menjadi kewenangan laboratorium pengujian material dan instansi teknis terkait.

Cyber Tipikor Mendorong Transparansi

Sebagai bentuk kontrol sosial, Media Cyber Tipikor mendorong Dinas PUTR Kabupaten Sumedang melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta pelaksana pekerjaan untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait:

  • alasan dilakukan perbaikan sehari setelah penghamparan;
  • hasil uji kualitas material dan kepadatan (density test) bila telah dilakukan;
  • kesesuaian volume pekerjaan dengan kontrak; serta
  • alasan papan proyek sudah dilepas ketika pekerjaan masih berlangsung.

Dengan adanya klarifikasi dari seluruh pihak, diharapkan kualitas pembangunan infrastruktur benar-benar sesuai spesifikasi teknis sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

(Tim Investigasi Media Cyber Tipikor)

Posting Komentar

0 Komentar