Kondisi Fisik Sekolah Butuh Perbaikan, SMPN 1 Cisitu Buka Ruang Partisipasi Orang Tua

SUMEDANG, CyberTipikor — Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SMPN 1 Cisitu menjadi perhatian serius pihak sekolah dan komite. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera demi menunjang kenyamanan serta keselamatan kegiatan belajar mengajar.

Kepala sekolah, Oyom R Ruhyana, saat ditemui pada Jumat (16/04/2026), menegaskan bahwa pihak sekolah tidak melakukan pungutan kepada siswa. Namun demikian, ia menyampaikan bahwa sekolah tetap membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dalam bentuk sumbangan pendidikan yang sifatnya tidak mengikat.

“Pada prinsipnya tidak ada pungutan dari sekolah. Namun apabila ada dukungan atau sumbangan dari pihak luar, termasuk orang tua siswa, itu sifatnya sukarela dan tidak menjadi kewajiban,” jelasnya didampingi bagian humas dan komite sekolah.


Hal senada disampaikan Ketua Komite, Edi Rohendi. Ia menuturkan bahwa kondisi fisik sekolah saat ini memang membutuhkan perhatian, terutama pada beberapa ruang kelas yang mulai mengalami kerusakan.

“Beberapa bagian seperti plafon sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang bolong. Selain itu, terdapat struktur bangunan yang mulai mengalami penurunan kualitas, termasuk atap yang sudah bergelombang,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar penting untuk mendorong adanya perbaikan fasilitas dalam waktu dekat. Komite berharap adanya dukungan berbagai pihak agar proses renovasi dapat segera terealisasi.

Saat ini kami lagi menyiapkan pembangunan toilet baru pada bagunan dibelakang 3 kelas yang terpisah lokasinya dekat makam, pembangunan ini dibutuhkan karena Sangat jauh dari toilet yang sudah ada

Tim investigasi CyberTipikor yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi mendapati bahwa kondisi yang disampaikan pihak sekolah dan komite memang sesuai dengan fakta di lapangan. Sejumlah ruang kelas terlihat mengalami kerusakan ringan hingga sedang yang berpotensi mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Adapun terkait berbagai wacana kebutuhan penunjang pendidikan, pihak sekolah menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah berharap adanya perhatian dan sinergi dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, guna memastikan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi para siswa.

(Tim Investigasi CyberTipikor)

Posting Komentar

0 Komentar