(CT) Cyber Tipikor.info - Komitmen mewujudkan institusi Kepolisian yang profesional, bersih, dan berintegritas terus ditegaskan dalam setiap tahapan rekrutmen Polri. Proses seleksi tidak lagi dipandang sekadar tahapan administratif, melainkan sebagai bagian penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia Polri yang unggul dan terpercaya.
Dalam pelaksanaannya, Polri menekankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) sebagai landasan utama. Seluruh peserta diberikan kesempatan yang sama tanpa adanya intervensi, sehingga hasil seleksi benar-benar mencerminkan kemampuan dan kualitas individu.
Namun demikian, masyarakat dan para peserta diimbau untuk tetap waspada terhadap berbagai bentuk pelanggaran, seperti praktik kecurangan, pungutan liar (pungli), maupun percaloan yang masih berpotensi terjadi. Segala bentuk janji kelulusan dengan imbalan tertentu dipastikan merupakan tindakan ilegal dan bertentangan dengan aturan yang berlaku.
Polri mengajak seluruh pihak untuk tidak tinggal diam apabila menemukan indikasi pelanggaran. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga integritas proses seleksi. Setiap laporan yang masuk melalui kanal resmi akan ditindaklanjuti secara serius dan profesional.
“Suara masyarakat adalah bagian dari perubahan. Dengan melaporkan praktik curang, kita turut menjaga marwah institusi dan memastikan rekrutmen berjalan adil bagi semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam kampanye pengawasan rekrutmen.
Melalui sinergi antara panitia, peserta, dan masyarakat, diharapkan proses rekrutmen Polri dapat berjalan semakin transparan dan akuntabel, sekaligus melahirkan generasi Bhayangkara yang tidak hanya kompeten, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas.
(Suwardi Crb)

0 Komentar