CIREBON, //cybertipikor.info 10 Juli 2026 – Kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya membangun ekonomi masyarakat terus ditunjukkan warga RT 01 RW 02 Mandalangan, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Melalui program budidaya maggot berbasis sampah organik rumah tangga, warga berhasil mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
- Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintah dan aparat kewilayahan. Hadir dalam kegiatan Lurah Kesepuhan Parama Yuda Koswara, Sekretaris Lurah Kesepuhan Suhartoyo, Babinsa Koramil Lemahwungkuk Serka Tuhardi, Bhabinkamtibmas Polsek Lemahwungkuk Aiptu Otih Handang, Ketua RW 02, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga Mandalangan yang secara aktif mengikuti rangkaian kegiatan budidaya maggot.
Budidaya maggot memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pengurai alami sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur rumah tangga. Dalam waktu singkat, sampah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi pakan maggot berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomi dan sangat diminati sebagai pakan ikan, ayam, bebek, maupun berbagai jenis ternak lainnya.
- Ketua RT 01 RW 02 Mandalangan menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata membangun kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah dari sumbernya. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, kegiatan ini juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Lurah Kesepuhan Parama Yuda Koswara mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat
Mandalangan dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Menurutnya, inovasi seperti ini perlu terus dikembangkan karena mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Senada dengan itu, Sekretaris Lurah Suhartoyo berharap program budidaya maggot dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kota Cirebon sehingga budaya memilah dan mengolah sampah organik semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Kehadiran Babinsa Koramil Lemahwungkuk Serka Tuhardi dan Bhabinkamtibmas Polsek Lemahwungkuk Aiptu Otih Handang menjadi wujud sinergi TNI–Polri bersama pemerintah kelurahan dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
- Antusiasme warga terlihat sejak proses pengumpulan sampah organik, pemberian pakan, perawatan media budidaya, hingga panen maggot. Selain menghasilkan maggot sebagai pakan ternak, kegiatan ini juga menghasilkan kasgot, yaitu sisa media budidaya yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas untuk tanaman.
Keberhasilan budidaya maggot di RT 01 RW 02 Mandalangan menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi solusi nyata terhadap persoalan lingkungan.
- Dengan dukungan pemerintah, TNI, Polri, dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, produktif, serta mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Kota Cirebon.
(Hidayat Crb)



0 Komentar