SUMEDANG, CyberTipikor — Kiprah perempuan dalam dunia politik kembali menembus panggung internasional. Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Golkar, Sonia Sugian, mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam forum yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo, Mesir.
Tak hanya itu, Sonia juga dijadwalkan menyampaikan pemikiran dan pengalamannya di Universitas Al-Azhar, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka dunia. Dalam kegiatan tersebut, ia akan bergabung bersama delapan delegasi lain yang berasal dari unsur kementerian, organisasi perempuan, hingga kepala daerah di Jawa Barat.
Agenda ini merupakan bagian dari kegiatan konsolidasi DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Jawa Barat yang akan berlangsung di KBRI Kairo pada Senin, 13 April 2026. Sonia diundang secara khusus untuk membagikan gagasan terkait penguatan peran perempuan dalam politik dan pembangunan bangsa.
Mengusung tema “Kiprah Perempuan Politik dalam Membangun Bangsa dan Negara Menuju Indonesia Emas”, forum ini diharapkan menjadi ruang inspiratif sekaligus strategis bagi para peserta. Kehadiran Sonia dinilai mampu memberikan perspektif baru, terutama terkait kontribusi perempuan legislatif dalam pembangunan daerah dan nasional.
Sonia mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan tersebut. Menurutnya, undangan ini menjadi sinyal bahwa peran perempuan Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi kunci dalam membentuk generasi masa depan, khususnya generasi Z dan generasi Alpha yang akan menjadi pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.
“Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi aktor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Dalam pandangannya, sejumlah negara telah lebih dulu memberikan ruang luas bagi perempuan untuk berkembang di berbagai sektor, termasuk politik. Hal ini, kata dia, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan secara nyata.
Lebih lanjut, Sonia juga menyoroti pentingnya penguatan kebijakan afirmatif, termasuk pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen. Ia menilai, dinamika menuju sistem zipper dalam politik dapat menjadi langkah maju untuk memperkuat posisi perempuan dalam struktur kekuasaan.
Ia pun mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung keberangkatannya, mulai dari KBRI Mesir, DPD KPPI Jawa Barat, Partai Golkar, pimpinan DPRD, hingga Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Momentum ini, menurut Sonia, harus dimanfaatkan sebagai pintu pembuka bagi peningkatan kapasitas perempuan di bidang politik. Ia berharap ke depan semakin banyak program serupa yang dapat difasilitasi pemerintah daerah.
“Saya ingin perempuan dari berbagai latar belakang politik bisa tampil dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Sonia optimistis perempuan Indonesia akan semakin kuat mengambil peran strategis dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
(Redaksi - RS)

0 Komentar