Kuningan Jabar, – (CT) Cyber Tipikor.info // Kondisi memprihatinkan terjadi di kawasan perempatan Jalan Baru Ancaran, tidak jauh dari Tugu Sajati. Penerangan Jalan Umum (PJU) di lokasi tersebut dilaporkan mati total (“modar”), sementara kabel-kabel instalasi terlihat bergelantungan hingga menjuntai ke bawah, menciptakan kesan kumuh sekaligus membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi ini bukan persoalan baru. Kerusakan PJU dan semrawutnya kabel sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan. Akibatnya, saat malam hari kawasan tersebut gelap gulita, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta potensi tindak kriminal.
Ketua DPC FRIC Kabupaten Kuningan, Trisno, menyampaikan kritik keras atas lambannya respons pemerintah daerah. Ia menilai pembiaran ini mencerminkan buruknya pengelolaan infrastruktur publik serta lemahnya pengawasan dari instansi teknis.
“Ini bukan sekadar soal lampu mati. Ini soal keselamatan publik dan wajah kota. Kabel yang ngampleh ke bawah itu sangat berbahaya, bisa mencelakai pengendara. Kenapa dibiarkan berlarut-larut? Di mana fungsi kontrol dan tanggung jawab Dishub?” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mendesak agar Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak tutup mata terhadap persoalan yang jelas-jelas merugikan masyarakat. Menurutnya, perbaikan PJU dan penataan kabel harus menjadi prioritas, bukan sekadar wacana.
“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Kami minta tindakan konkret, cepat, dan terukur. Dishub Kuningan wajib segera turun tangan, lakukan perbaikan total, dan pastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya dengan nada tegas.
Kondisi ini juga dinilai mencoreng estetika tata kota Kuningan yang seharusnya tertata rapi dan nyaman. Infrastruktur yang terbengkalai justru memberi kesan abai dan tidak profesional dalam pelayanan publik.
FRIC menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah daerah. Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi sebagai bentuk tekanan agar ada tindakan serius.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian cepat dari pihak berwenang, mengingat fasilitas PJU merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan publik.
(Suwardi Crb/ Tim)


0 Komentar