Hotmix Jalan Cihideung–Cijeungjing Disorot, Baru Sehari Selesai Sudah Retak dan Bergelombang


SUMEDANG, CyberTipikor –
Pekerjaan Rehabilitasi Ruas Jalan Cihideung–Cijeungjing (lanjutan) yang dilaksanakan oleh CV Haka Mubarok menuai sorotan publik. Proyek yang baru rampung pada Kamis (18/12/2025) itu diduga dikerjakan secara terburu-buru atau kejar tayang, hingga memunculkan indikasi kualitas pekerjaan yang tidak optimal.

Berdasarkan pantauan di lapangan serta dokumentasi visual, kondisi jalan yang baru dihotmix menunjukkan sejumlah kejanggalan. Terlihat retakan memanjang, permukaan bergelombang, tidak rata, bahkan bagian aspal terkelupas, meski usia pekerjaan belum genap satu hari.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa pekerjaan hotmix dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

“Dikerjakan malam sampai subuh. Padahal kami tahu ada instruksi Gubernur Jawa Barat, pekerjaan hotmix tidak boleh dilakukan malam hari,” ujarnya.

Diduga Langgar Instruksi Gubernur

Instruksi Gubernur Jawa Barat terkait larangan pelaksanaan pekerjaan hotmix pada malam hari dikeluarkan untuk menjaga mutu pekerjaan, menghindari kegagalan pemadatan, serta mengantisipasi faktor cuaca dan suhu yang berpengaruh pada kualitas aspal.

Namun, informasi warga tersebut menguatkan dugaan bahwa pekerjaan ini tetap dilaksanakan di luar waktu yang dianjurkan, sehingga patut dipertanyakan kepatuhan pelaksana terhadap regulasi dan standar teknis.

Baru Satu Lapis, Rencana Dua Lapis Dipertanyakan

Fakta lain di lapangan menunjukkan bahwa pengaspalan baru dilaksanakan satu lapis (one layer), sementara sebelumnya disebutkan akan digelar dua lapis hotmix. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan lanjutan: apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi kontrak atau masih menyisakan kewajiban teknis yang belum dipenuhi.

Dari papan informasi proyek, diketahui bahwa kegiatan ini bersumber dari Opsen PKB Tahun Anggaran Perubahan 2025, dengan nilai kontrak Rp468.352.110, masa pelaksanaan 60 hari kalender, serta masa pemeliharaan 365 hari kalender.

Tanggapan Kabid Bina Marga PUTR Sumedang

Saat dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp, Kepala Bidang Bina Marga PUTR Kabupaten Sumedang, Deni Safarat Sugandhi, membenarkan adanya laporan terkait kondisi pekerjaan tersebut.

“Kondisi tersebut sudah disampaikan ke pengawas lapangan. Coba nanti pengawasnya suruh balik lagi,” jawabnya singkat, Kamis (18/12/2025).

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pihak dinas telah mengetahui adanya persoalan di lapangan dan menyerahkan penanganan awal kepada pengawas teknis proyek.

Perlu Evaluasi dan Pengawasan Ketat

Melihat kondisi hasil pekerjaan yang dinilai belum layak oleh warga, publik berharap agar pengawas lapangan, konsultan, dan pihak pelaksana segera melakukan evaluasi menyeluruh. Terlebih, proyek ini masih berada dalam masa pemeliharaan, sehingga perbaikan semestinya menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

Transparansi, kepatuhan terhadap instruksi pimpinan daerah, serta kualitas pekerjaan menjadi kunci agar proyek infrastruktur tidak berujung pada kerugian negara dan kekecewaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan dari pihak CV Haka Mubarok terkait dugaan pengerjaan malam hari dan kondisi hasil hotmix di lapangan.

(Samsudin - Tim Investigasi CyberTipikor)

Posting Komentar

0 Komentar