Bertepatan Hari Isra Mi’raj, Liburan Berjoget dan Nyawer Pengawas Dinas Pendidikan di Jatigede Jadi Sorotan

SUMEDANG | CyberTipikor – Momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, menuai sorotan publik. Pasalnya, sekelompok Pengawas Sekolah di bawah koordinasi Korwas Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang justru memanfaatkan hari besar keagamaan tersebut untuk kegiatan rekreatif berupa liburan, berjoget ria, dan nyawer di kawasan wisata Green Garden, Lingkar Utara Jatigede, Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.

Tim Investigasi CyberTipikor yang kebetulan berada di lokasi melihat langsung kegiatan yang disebut sebagai “liburan joget bersama” tersebut berlangsung bertepatan dengan hari besar keagamaan Islam. Aktivitas itu kemudian menjadi perbincangan dan menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan sensitivitas moral, etika, serta profesionalisme aparatur pendidikan yang seharusnya menjadi teladan di ruang publik.

Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang sarat nilai spiritual, khususnya terkait kedisiplinan dan tanggung jawab melalui perintah salat. Namun, alih-alih diisi dengan kegiatan keagamaan, refleksi, atau pembinaan karakter, momentum tersebut justru diwarnai aktivitas hiburan oleh sejumlah oknum pengawas pendidikan.

Sejumlah pihak menilai, meskipun kegiatan tersebut dilakukan di luar kantor dan bersifat nonformal, tetap harus mempertimbangkan etika publik. Terlebih, pengawas sekolah memegang peran strategis dalam pembinaan mutu pendidikan, pengawasan kinerja guru, serta penegakan nilai-nilai moral di lingkungan satuan pendidikan.

“Pengawas itu bukan sekadar jabatan administratif, tetapi simbol keteladanan. Apa yang mereka lakukan di ruang publik akan selalu menjadi perhatian masyarakat. Dalam tupoksi pengawas jelas disebutkan, antara lain mengawasi dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar, memberikan bimbingan kepada guru dan kepala sekolah, serta mengikuti pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Sumedang yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Korwas (Koordinator Pengawas) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dadang Jauhari, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada 17 Januari 2026, menyampaikan bahwa kegiatan di Green Garden tersebut merupakan acara perpisahan pengawas yang memasuki masa pensiun sekaligus kegiatan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS).

“Acara di Green Garden téh perpisahan pengawas nu pensiun sareng kelompok kerja pengawas sekolah. Mung kaleresan MC hiburanna kepala sekolah. Abdi diajak perpisahan ku Ketua KKPS. Mangga konfirmasi langsung ka Ketua KKPS, Pak Enceng,” tutur Dadang Jauhari.

Namun hingga berita ini diturunkan, Ketua KKPS Enceng yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban ataupun klarifikasi terkait kegiatan tersebut.

CyberTipikor menilai, transparansi dari pihak terkait menjadi hal penting untuk meredam spekulasi publik. Apabila kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari libur nasional keagamaan, maka perlu penjelasan terbuka mengenai status kehadiran, perizinan, serta jaminan bahwa tidak ada tugas pelayanan dan pengawasan pendidikan yang terganggu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pejabat dan aparatur di sektor pendidikan dituntut lebih peka terhadap nilai-nilai sosial dan religius masyarakat. Momentum hari besar keagamaan sejatinya menjadi ruang memperkuat integritas dan keteladanan, bukan justru menimbulkan tanda tanya publik.

CyberTipikor akan terus memantau serta mengonfirmasi pihak-pihak terkait demi menjaga prinsip akuntabilitas dan etika penyelenggaraan pemerintahan, khususnya di bidang pendidikan di Kabupaten Sumedang. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.

A. Susanto

Posting Komentar

0 Komentar