MBG MI Ujungjaya Tuai Polemik, Paket Dua Hari Dinilai Jauh dari Prinsip Gizi Seimbang


SUMEDANG, CyberTipikor –
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Ujungjaya kembali menuai sorotan. Kali ini, distribusi MBG di MI Mathlaunnajah, yang beralamat di Jl. Pesantren, Dusun Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, menjadi perbincangan hangat setelah paket makanan yang diklaim untuk dua hari konsumsi viral di tengah masyarakat.

Dokumentasi foto yang beredar luas di grup warga dan wali murid memperlihatkan isi paket MBG berupa tiga butir telur rebus, satu jeruk, satu apel, satu susu kemasan, serta biskuit kemasan. Paket tersebut dibagikan sekaligus, tanpa pembagian harian.

Indikasi Ketidaksesuaian dengan Tujuan MBG

Sejumlah orang tua siswa dan warga menilai, komposisi menu tersebut tidak sejalan dengan tujuan utama MBG, yakni pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia sekolah. Jika paket tersebut benar dialokasikan untuk dua hari, maka porsi protein, karbohidrat segar, serta asupan sayur nyaris tidak terlihat.

“Kalau dihitung untuk dua hari, ini jelas tidak cukup. Anak sekolah butuh makan layak, bukan sekadar pengganjal lapar,” ujar salah satu wali murid kepada CyberTipikor.

Masyarakat menyoroti dominasi produk instan dan kemasan, yang secara prinsip dinilai bertentangan dengan semangat peningkatan kualitas gizi anak, terutama di madrasah yang sebagian siswanya berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Skema Pembagian Paket Picu Pertanyaan Publik

Distribusi MBG dalam bentuk paket dua hari sekaligus turut menimbulkan tanda tanya serius. Pasalnya, dalam skema MBG nasional, anggaran dikenal berbasis biaya harian per siswa. Praktik pengemasan mingguan atau dua harian berpotensi:

  • Mengurangi nilai manfaat riil per hari
  • Menurunkan kualitas dan kesegaran makanan
  • Menyulitkan pengawasan konsumsi siswa

Kondisi ini memicu dugaan publik bahwa terdapat efisiensi berlebihan dalam pelaksanaan, meskipun hingga kini belum ada bukti resmi pelanggaran.

Minim Transparansi, Penyelenggara Belum Beri Penjelasan

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola MBG maupun dapur penyedia di wilayah Ujungjaya belum memberikan keterangan terbuka terkait:

  • Apakah paket tersebut benar dialokasikan untuk dua hari
  • Standar menu yang digunakan
  • Nilai anggaran per siswa per hari
  • Mekanisme pengawasan mutu dan distribusi

Ketiadaan penjelasan ini dinilai memperbesar ruang spekulasi dan keresahan publik.

Dorongan Evaluasi dan Audit Internal

Tokoh masyarakat Ujungjaya mendorong agar instansi terkait, termasuk pengawas program dan dinas berwenang, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di madrasah tersebut. Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan semata, melainkan memastikan hak gizi siswa terpenuhi sesuai amanat program negara.

“Program ini sangat baik, tapi harus dijalankan dengan benar. Jangan sampai niat baik negara ternodai oleh praktik yang tidak maksimal,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Catatan Redaksi

CyberTipikor menegaskan bahwa laporan ini disusun berdasarkan dokumen visual, keterangan warga, serta fakta lapangan, tanpa menyimpulkan adanya unsur pidana. Namun demikian, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar Program MBG tetap dipercaya publik dan tepat sasaran.

CyberTipikor membuka ruang hak jawab dan klarifikasi resmi dari seluruh pihak terkait untuk menjaga prinsip keberimbangan dan kepentingan publik.

(Tim Investigasi CyberTipikor)

Posting Komentar

0 Komentar