Revitalisasi Jalan Cijeungjing–Lebaksiuh Memasuki Masa Pemeliharaan: Temuan Lapangan Picu Pertanyaan Baru


SUMEDANG, CyberTipikor –
Proyek revitalisasi Jalan Cijeungjing–Lebaksiuh yang dikerjakan PT Bina Cipta Utama telah rampung sekitar satu bulan lebih dan kini memasuki masa pemeliharaan. Namun, rangkaian temuan lapangan kembali memunculkan tanda tanya mengenai kualitas pekerjaan dan kesesuaian pelaksanaan dengan instruksi teknis yang telah ditetapkan pihak pengawas.

Sebelumnya, media CyberTipikor pernah menyoroti dugaan kelemahan pengawasan pada proyek ini dalam laporan berjudul “Rekonstruksi Jalan Cijeungjing–Lebaksiuh Diduga Bermasalah, Publik Khawatirkan Potensi Kerugian Negara”. Sorotan tersebut mencakup penggunaan material bescos yang dinilai tidak sesuai spesifikasi, hingga pemadatan pondasi yang diduga tidak optimal, sehingga memunculkan kerusakan dan berujung pada gelaran ulang material hotmix.

Pengakuan Pekerja: Pemadatan Pondasi Kurang Optimal

Dalam dokumentasi Media CyberTipikor, Kamis (16/10/2025), seorang pekerja dari PT Bina Cipta Utama mengakui bahwa kerusakan yang muncul tak lama setelah pengaspalan disebabkan oleh lemahnya pemadatan pada lapisan pondasi bawah (LPB dan LPA).

“Iya, sepertinya pemadatannya kurang. Jadi waktu dilapisi aspal, cepat rusak,” ujarnya.

Pengakuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa kerusakan bukan terjadi karena faktor eksternal, melainkan kemungkinan akibat ketidaksesuaian proses teknis di tahap awal.


Instruksi Inspektorat: 13 Dumptruk Hotmix Tambahan, tapi Pelaksana Sebut 10

Pada Jumat (12/12/2025), konsultan proyek, Pak Pala, memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan ulang inspektorat. Menurutnya, inspektorat merekomendasikan penambahan gelaran hotmix sebanyak 13 dumptruk, masing-masing membawa sekitar 6 ton.

Namun, keterangan ini berbeda dengan penyampaian perwakilan pelaksana proyek, Reza, yang menyebut hanya 10 dumptruk.

Perbedaan data ini menjadi salah satu perhatian utama tim investigasi, mengingat volume material tambahan berkaitan langsung dengan realisasi anggaran dan kualitas hasil akhir pekerjaan.

Temuan Lapangan: Perbaikan Tidak Menyasar Titik Rusak

Tim investigasi yang melakukan peninjauan di lapangan menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan pemeliharaan. Meski gelaran hotmix disebut sebagai bagian dari tindak lanjut inspektorat, justru pengaspalan ulang dilakukan pada titik-titik yang tidak mengalami kerusakan signifikan.

Pengerjaan pemeliharaan ditemukan pada spot berukuran 3–4 meter, tersebar di beberapa segmen. Padahal, berdasarkan temuan tim:

  • Di segmen 7, terdapat dua titik rusak yang terlihat jelas.
  • Di tanjakan segmen 3, terdapat area yang tidak rata.
  • Sementara itu, bagian lain relatif masih baik, namun tetap ikut diperbaiki.

Fakta ini memunculkan pertanyaan baru: apakah pemeliharaan difokuskan berdasarkan prioritas kerusakan, atau sekadar menjalankan formalitas perbaikan tanpa basis teknis yang jelas?

Belum Ada Keterangan dari Dinas PUTR Sumedang

Hingga berita ini ditayangkan, Kabid Bina Marga Dinas PUTR Sumedang, Deni Safarat Sugandhi, ST, MM, belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan pemeliharaan maupun perbedaan data volume hotmix yang disampaikan konsultan dan pelaksana proyek.

Keterangan dari dinas terkait menjadi penting untuk menjawab sejumlah pertanyaan publik, mulai dari efektivitas pengawasan, dasar penetapan titik pemeliharaan, hingga potensi adanya deviasi antara instruksi pengawas dan pelaksanaan di lapangan.

Catatan Investigasi Sementara

  • Proyek telah memasuki masa pemeliharaan, namun masih ditemukan kerusakan pada beberapa titik.
  • Pengakuan pekerja menguatkan dugaan lemahnya pemadatan pada LPB dan LPA.
  • Inspektorat diduga menginstruksikan 13 dumptruk hotmix tambahan, tetapi pelaksana menyebut 10.
  • Hotmix pemeliharaan digelar bukan pada titik yang rusak, menimbulkan tanda tanya teknis.
  • Dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi.

Investigasi akan terus berlanjut untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek jalan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut.

(Tim Investigasi CyberTipikor)

Posting Komentar

0 Komentar