Investigasi CyberTipikor: Rekonstruksi Jalan Burujul–Sanca Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Baru 3 Bulan Sudah Rusak


SUMEDANG, CyberTipikor —
Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Burujul–Sanca yang dibiayai APBD Kabupaten Sumedang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis. Hal ini terungkap dari hasil investigasi lapangan Tim CyberTipikor yang menemukan kerusakan berupa retakan, pecah, hingga lubang di sejumlah titik jalan, padahal usia pekerjaan belum genap tiga bulan sejak selesai dikerjakan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki Nomor SPK 16/01.0033/SP/PPK-BM/DPUTR/VII/2025 dengan nilai kontrak Rp486.644.648,-. Proyek dikerjakan oleh PT Mega Sukma dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender, terhitung mulai 29 Juli hingga 26 September 2025.

Fakta Lapangan: Hotmix Retak dan Berlubang

Hasil pantauan langsung Tim Investigasi CyberTipikor pada Jumat, 14 November 2025, menunjukkan kondisi jalan yang sudah mengalami pecah dan berlubang di beberapa titik. Kerusakan tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas lapisan hotmix tidak memenuhi standar teknis.

Selain itu, secara kasat mata ketebalan lapisan hotmix diduga kurang dari standar jalan kabupaten, yang seharusnya ±4 sentimeter. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa pekerjaan tidak dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Belum Ada Perbaikan Hingga 2026

Ironisnya, hingga Kamis, 8 Januari 2026, belum terlihat adanya perbaikan di ruas jalan tersebut. Padahal, proyek telah lama memasuki masa pemeliharaan, yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

Respons Dinas PUTR

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada 14 November 2025, Kabid Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Sumedang, Deni Safarat ST, menyampaikan:

“Aman kan we, pemeliharaan keneh.”

“Nanti sekalian produksi yang buat perubahan, sekalian nambalan yang Burujul. Nanti LPA dibongkar lagi, dipadatin lagi.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak dinas mengakui adanya kebutuhan perbaikan dan masuk dalam agenda pemeliharaan.

Pengakuan Pihak Kontraktor

Sementara itu, pihak PT Mega Sukma saat dikonfirmasi juga melalui WhatsApp menyatakan:

“Insya Allah diminggon-minggon ayeuna, kang. Abdi oge nuju sesah mesen hotmix ka AMP teh. Abdi mesen material ge sesah, nuju disidak wae galian na, kang.”

Alasan keterbatasan material dan kondisi AMP (Asphalt Mixing Plant) disampaikan sebagai penyebab keterlambatan perbaikan.

Catatan Kritis CyberTipikor

CyberTipikor menilai, kerusakan dini pada proyek infrastruktur bernilai ratusan juta rupiah ini tidak bisa dianggap wajar, terlebih terjadi sebelum masa pemanfaatan berjalan lama. Fakta ini perlu menjadi perhatian serius bagi Dinas PUTR Kabupaten Sumedang untuk melakukan:

  1. Audit teknis kualitas pekerjaan,
  2. Pengujian ketebalan dan mutu hotmix,
  3. Penegakan tanggung jawab pemeliharaan oleh kontraktor, serta
  4. Evaluasi kinerja pengawasan proyek.

CyberTipikor akan terus memantau perkembangan perbaikan di lapangan dan tidak menutup kemungkinan melaporkan temuan ini ke aparat pengawas internal maupun eksternal jika tidak ada tindak lanjut yang jelas.

(Tim Investigasi CyberTipikor)

Posting Komentar

0 Komentar