Menu MBG Dibagi Paket Mingguan, Orang Tua Siswa SMP 1 Cisitu Pertanyakan Skema BOP Harian


SUMEDANG, CyberTipikor –
Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh SPPG Mandiri 2 Situraja di Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, perhatian warga masyarakat dan orang tua siswa tertuju pada paket menu MBG untuk siswa SMP Negeri 1 Cisitu yang dibagikan dalam bentuk paket mingguan untuk kebutuhan tujuh hari ke depan.

Paket Mingguan Picu Tanda Tanya

Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang dihimpun tim investigasi CyberTipikor, paket MBG yang diterima siswa berisi bahan makanan siap konsumsi seperti roti tawar, susu kemasan, buah apel, kacang, serta makanan ringan lain yang dikemas sederhana. Paket tersebut dibagikan sekaligus untuk satu minggu.

Skema ini menimbulkan pertanyaan mendasar dari orang tua siswa. Mereka mempertanyakan mekanisme pembiayaan harian (BOP harian) yang seharusnya melekat pada konsep MBG.

“Kalau MBG itu anggarannya harian, kenapa makanan dibagikan mingguan dalam satu paket? Lalu bagaimana perhitungan BOP hariannya?” ujar salah satu orang tua siswa kepada CyberTipikor, meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kekhawatiran Mutu, Gizi, dan Akuntabilitas

Selain soal anggaran, orang tua juga mengungkap kekhawatiran terkait kualitas gizi dan kesegaran makanan. Paket mingguan dinilai berisiko menurunkan mutu konsumsi, terutama bila disimpan terlalu lama di rumah siswa.

Dalam konsep MBG, makanan idealnya disajikan segar, terkontrol, dan dikonsumsi harian di sekolah untuk memastikan standar gizi tercapai serta meminimalkan potensi penyimpangan distribusi. Skema paket mingguan dinilai berpotensi menyimpang dari tujuan tersebut.

Transparansi Jadi Sorotan

Warga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak penyelenggara, baik yayasan pendukung maupun pengelola dapur MBG, terkait:

  1. Dasar kebijakan pembagian paket mingguan.
  2. Rincian perhitungan BOP harian yang dialokasikan untuk setiap siswa.
  3. Standar nilai gizi dan porsi per hari yang diklaim dalam paket mingguan.
  4. Pengawasan dari instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Badan Gizi Nasional.

Harapan Orang Tua dan Masyarakat

Para orang tua menegaskan bahwa mereka tidak menolak program MBG, namun menginginkan pelaksanaannya sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Program ini dinilai sangat baik jika dijalankan konsisten dengan tujuan awal: meningkatkan asupan gizi anak sekolah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi.

CyberTipikor akan terus menelusuri dan mengupayakan konfirmasi resmi dari pihak SPPG Mandiri 2 Situraja, sekolah terkait, serta instansi pemerintah yang berwenang, guna memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai regulasi dan tidak menimbulkan potensi kerugian negara maupun hak gizi siswa.

Berita ini disusun berdasarkan temuan lapangan dan keterangan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip keberimbangan, praduga tak bersalah, serta kepentingan publik.

(Tim Investigasi CyberTipikor)

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Anda salah dapur pak itu bukan dapur sppg situraja mandiri dan smp 1 cisitu bukan masuk ke dapur kita pm nyaa

    BalasHapus
  2. Tolong di take down beritanya

    BalasHapus